- Back to Home »
- Memilih Berita Fundamental
Apabila kita berbicara mengenai Trading Forex, maka kita tidak akan bisa
lepas dari beberapa hal yang mendukung dalam Aktifitas kita pada dunia
trading. Seperti halnya mengenai Analisa Teknikal maupun Analisa
Fundamental. Namun dalam artikel saya kali ini, saya akan berbicara
mengenai Analisa Fundamental, khususnya dalam memilih Berita yang dapat
mempengaruhi pergerakan dari valas itu sendiri.
Namun tidak semua dari berita tersebut berpengaruh secara signifikan, yang beberapa diantaranya dapat membuat mata uang bergerak secara drastis. Sedangkan yang lainnya hanya menimbulkan batu sandungan dan tidak cukup berarti yang membuat trading kita mendapatkan tambahan profit. Bukanlah sebuah isu yang penting jika Kita memiliki niat untuk menjadi seorang trader setiap waktu yang tidak kenal musim.
Mengenai berita yang tidak terlalu penting, sebaiknya anda mengabaikannya serta tidak menghubungkannya dengan trading anda sama sekali, dikarenakan hanya akan memberikan pengaruh yang tidak signifikan pada trading Kita. Namun untuk berita yang menerbitkan hal-hal seperti Interest rate dan Employment Change, sangatlah berbahaya apabila kita mengabaikannya begitu saja. Mengenai berita yang lainnya, yang perlu anda perhatikan ialah pasangan mata uang yang akan anda tradingkan.
Berikut ini adalah daftar beberapa berita ekonomi yang perlu anda simak beserta keterangan singkat dan pengaruhnya terhadap mata uang.
1. Average Earning Index (AEI)
2. Chicago Purchasing Manager’s Index (PMI)
3. Consumer Price Index (CPI)
4. Gross Domestic Product (GDP)
5. Money Supply Indikator
6. Non Farm Payrolls NFP
7. Producers Price Index (PPI)
8. Retail Sales Retail Sales
9. Trade Balance Trade Balance
10. ISM Manufacturing Index
11. Consumer Confidence Index (CCI)
12. Interest Rate Statement
Namun tidak semua dari berita tersebut berpengaruh secara signifikan, yang beberapa diantaranya dapat membuat mata uang bergerak secara drastis. Sedangkan yang lainnya hanya menimbulkan batu sandungan dan tidak cukup berarti yang membuat trading kita mendapatkan tambahan profit. Bukanlah sebuah isu yang penting jika Kita memiliki niat untuk menjadi seorang trader setiap waktu yang tidak kenal musim.
Mengenai berita yang tidak terlalu penting, sebaiknya anda mengabaikannya serta tidak menghubungkannya dengan trading anda sama sekali, dikarenakan hanya akan memberikan pengaruh yang tidak signifikan pada trading Kita. Namun untuk berita yang menerbitkan hal-hal seperti Interest rate dan Employment Change, sangatlah berbahaya apabila kita mengabaikannya begitu saja. Mengenai berita yang lainnya, yang perlu anda perhatikan ialah pasangan mata uang yang akan anda tradingkan.
Berikut ini adalah daftar beberapa berita ekonomi yang perlu anda simak beserta keterangan singkat dan pengaruhnya terhadap mata uang.
1. Average Earning Index (AEI)
Yakni
berita yang memuat faktor ekonomi, biasanya berita tersebut dikeluarkan
oleh Inggris dan Kanada. AEI memberikan sebuah informasi pendapatan
para pekerja dan hubungannya dengan tingkat inflasi melalui indikator
fundamental lainnya yang disebut RPI (Retail Prices Index). Apabila AEI
mengalami kenaikan lebih cepat dibandingkan RPI maka ini adalah indikasi
bahwa upah tenaga kerja mengalami kenaikan lebih cepat dibandingkan
kenaikan harga pada barang. Hal ini baik bagi perekonomian sebuah negara
namun berdampak negatif tingkat inflasi. Pada forex trading apabila
inflasi mengalami kenaikan, maka mata uang cenderung akan menguat
dikarenakan ekspektasi meningkatnya suku bunga. Dengan demikian dapat
disimpulkan bila AEI mengalami kenaikan maka mata uang akan ikut naik
juga. AEI tergolong high volatility expected indicator.
2. Chicago Purchasing Manager’s Index (PMI)
Berbeda
dengan Chicago PMI, dimana indikator fundamental ini yang mengeluarkan
oleh Amerika Serikat. Chicago PMI memberikan informasi naik atau
turunnya tingkat pengeluaran para purchasing manager pada kota Chicago
yang banyak diantaranya merupakan industri manufaktur. Naiknya indikator
ini merupakan indikasi menguatnya mata uang USD. PMI tergolong high
volatility expected indicator.
3. Consumer Price Index (CPI)
Inggris
dan Amerika Serikat merupakan negara yang paling sering mengalami naik
turunnya mata uang, karena pada berita CPI ini. CPI merupakan indiakator
penentu suatu tingkat inflasi dititik konsumen. CPI sendiri turut
membantu menentukan berapa besarnya kepercayaan konsumen dalam satu
bulan dalam melakukan pembelian. Apabila CPI naik maka dengan sendirinya
mata uang negara yang bersangkutan juga akan ikutan naik. CPI tergolong
indikator medium volatility expected namun apabila perhitungan CPI
dilakukan diluar sektor makanan dan energi maka CPI dapat menjadi high
volatility expected fundamental, indicator karena kedua sektor tersebut
merupakan sektor yang paling sering berubah dari waktu ke waktu. CPI
biasa dikeluarkan seKitar tanggal 13 setiap bulannya pada pukul 20.30
WIB (13.30 GMT).
4. Gross Domestic Product (GDP)
Hampir
semua orang tahu apa itu GDP. Bahasa Indonesianya Produk Domestik
Bruto. GDP merupakan salah satu indikator fundamental yang teramat
penting dalam keseharian transaksi forex Kita. Bila GDP mengalami
kenaikan maka secara sederhana mata uang akan menguat dikarenakan
produksi sebuah negara juga meningkat.
5. Money Supply Indikator
ini
dapat mengukur mengenai tiga hal, yaitu jumlah uang yang beredar pada
masyarakat dalam bentuk koin ataupun kertas, besarnya pinjaman bank
kepada masyarakat dan jumlah perubahan nilai hutang yang belum dilunasi
oleh pemerintah. Naiknya Money Supply biasanya akan menyebabkan mata
uang dari negara yang bersangkutan akan menguat.
6. Non Farm Payrolls NFP
merupakan
salah satu berita yang paling ditunggu-tunggu oleh kebanyakan para
trader fundamental. Dimana Non Farm Payroll (dikeluarkan oleh US) muncul
pada sebulan sekali pada hari Jumat minggu pertama. Non Farm Payrolls
mengukur besarnya sebuah pengeluaran pemerintah dalam pembayaran gaji
diluar sektor pertanian dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Meningkatnya Non Farm Payrolls dapat mengakibatkan mata uang menguat
dengan drastis dalam hitungan puluhan hingga beberapa ratusan point.
Jadi NFP dapat digolongkan indikator very high volatility expected.
7. Producers Price Index (PPI)
PPI
merupakan indikator pengukur tingkat inflasi sama seperti CPI. Bedanya
jika CPI berada di sisi konsumen maka PPI mengukur inflasi dari tingkat
produsen. Kenaikan harga bahan baku, biaya transportasi dan berbagai
komponen produksi menjadi bagian dari perhitungan PPI. Jika PPI
mengalami kenaikan maka mata uang akan menguat. PPI biasa dikeluarkan
seKitar tanggal 11 setiap bulan pukul 20.30 WIB (13.30 GMT). PPI
tergolong high voltility expected indicator.
8. Retail Sales Retail Sales
mencatat
seluruh total penjualan barang, namun tidak termasuk jasa karena
pengukuran jasa tergolong sulit. Retail Sales merupakan salah satu
indikator yang baik untuk mengukur suatu tingkatan pengeluaran para
konsumen. Biasanya bil AEI (Averaga Earning Index) mengalami kenaikan
maka Retail Sales juga akan meningkat karena naiknya upah pasti akan
diikuti meningkatnya konsumsi. Bila Retail Sales naik maka mata uang
juga akan naik nilainya, dan Retail Sales dikeluarkan seKitar tanggal 12
setiap bulannya pada pukul 20.30 WIB (13.30 GMT).
9. Trade Balance Trade Balance
ialah
selisih antara nilai ekspor yang dikurangi nilai impor pada sebuah
negara. Nilai minus akan menunjukkan impor lebih besar dibandingkan
dengan ekspornya dan sebaliknya jika positif itu menunjukkan esport
lebih besar dibandingkan impor. Dari kebanyakan negara yang sedang
melakukan ekspansi perdagangan atau negara berkembang memiliki Trade
Balance yang negatif. Namun demikian dalam pasar uang, semakin positif
nilai Trade Balance maka semakin menguat nilai mata uang negara
bersangkutan.
10. ISM Manufacturing Index
(ISM-MI)
Insititute of Supply Management Manufacturing Index merupakan sebuah
indikator terbesar untuk indikator fundamental yang dapat mengukur suatu
indeks manufaktur. Dikeluarkan pada hari pertama jam kerja pada setiap
bulannya, ISM-MI merupakan hasil surver lebih dari 20 industri
manufaktur dan melibatkan 300 purchasing manager di Amerika. Cara
pembacaannya kurang lebih sama, bila ISM-MI mengalami kenaikan tentu
saja mata uang negara yang bersangkutan akan menguat.
11. Consumer Confidence Index (CCI)
Merupakan
salah satu indikator yang mengukur tingkat kepercayaan pada 5000
konsumen yang telah dilakukan survey dan pandangan mereka terhadap
prospek ekonomi kedepan. CCI dikeluarkan setiap hari Selasa pada akhir
bulan pukul 22.00 WIB (15.00 GMT). Bila CCI mengalami kenaikan itu
artinya kepercayaan konsumen semakin meningkat terhadap perkembangan
ekonomi dan mengakibatkan mata uang dapat meningkat. CCI tergolong
Moderate Volatility Expected indicator.
12. Interest Rate Statement
Pada
setiap bulannya Bank Sentral pada tiap-tiap negara akan selalu
mengumumkan mengenai kebijakan suku bunga bank sentral sebagai patokan
bagi bank-bank lainnya di negara tersebut. Keputusannya tersebut apakah
naik, turun atau tetap. Suku bunga tersebut pada akhirnya akan
menentukan besarnya suku bunga deposito, kredit, tabungan dan berbagai
kebijakan pinjam-meminjam lainnya pada dunia perbankan di negara itu.
Sehingga dapat dikatakan kebijakan suku bunga merupakan salah satu aksi
final Bank Sentral terhadap berbagai kondisi ekonomi yang sedang terjadi
di negaranya. Pasar uang termasuk jenis investasi yang sensitif
terhadap perubahan suku bunga. Terutama apabila terjadi perubahan pada
suku bunga yang tidak diprediksi sebelumnya oleh pasar. Sederhananya
apabila terjadi kenaikan suku bunga maka dapat dikatakan bahwa mata uang
akan meningkat dengan drastis dan apabila terjadi sebaliknya, apabila
terjadi penurunan suku bunga maka mata uang akan mengalami pelemahan
dengan drastis pula. Kebanyakan para negara maju dapat menahan laju suku
bunganya untuk menghambat terparkirnya dana di Bank dan tidak diolah
menjadi investasi di dunia riil. Sebaliknya pada negara berkembang
biasanya pemerintah mencetak terlalu banyak uang untuk membiayai
kegiatan pembangunan. Untuk itu diperlukan kebijakan suku bunga yang
lebih kompetitif guna menarik uang yang terlalu banyak beredar dipasar
dengan cara membuat bunga tabungan dan deposito terlihat lebih menarik.